Kota Tasikmalaya di Jawa Barat sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat kuliner khas Sunda. Di antara berbagai sajian khas yang ramai dikunjungi, Rumah Makan Soto Tasik milik Dede Hermawan berhasil menorehkan prestasi sebagai salah satu destinasi kuliner yang wajib dicoba baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Dede Hermawan lahir dan besar di Tasikmalaya, tepatnya di kampung kecil di pinggiran kota. Sejak kecil ia membantu orang tua berjualan makanan kecil di pasar tradisional. Kecintaannya pada dunia kuliner sudah tumbuh sejak remaja, ketika Dede mulai bereksperimen mengolah resep soto warisan keluarga. Rasa ingin tahunya akan pengolahan makanan khas lokal mendorong Dede untuk lebih dalam belajar dari berbagai pedagang dan membeli buku-buku resep tradisional.
Saat Dede lulus SMA, ia memutuskan bekerja serabutan demi mengumpulkan modal. Setelah bertahun-tahun menabung, ia memberanikan diri membuka kios kecil yang hanya cukup menampung beberapa tempat duduk di pinggiran Jalan Cihideung, Tasikmalaya. Dari sinilah perjalanan Rumah Makan Soto Tasik dimulai.
Pada mulanya, penjualan sangat sepi. Bahkan, tidak jarang dalam sehari hanya mampu menjual 5-10 porsi. Kendala keterbatasan tempat dan modal membuat Dede harus pandai mengatur biaya. Meski sulit, ia tidak pernah menyerah dan tetap menjaga kualitas bahan serta racikan rempah asli. Ia pun mulai aktif mempromosikan usahanya secara sederhana, dengan membagikan selebaran ke sekolah dan kantor di sekitar lokasi.
Perlahan, pelanggan mulai berdatangan setelah mulut ke mulut mengecap kelezatan Soto Tasik buatannya. Kunci utamanya adalah kuah bening gurih dengan rempah pilihan, isiannya yang melimpah, serta sambal khas dengan aroma kencur yang menjadi andalan.
Seiring berkembangnya zaman, Dede Hermawan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Ia mulai memperluas layanan dengan menghadirkan menu tambahan seperti sate usus, perkedel, dan es jeruk peras segar. Selain itu, Dede juga menggandeng jasa ojek online agar pelanggannya bisa memesan Soto Tasik dengan mudah melalui aplikasi digital.
Salah satu langkah besar yang dilakukan Dede adalah memperbanyak cabang. Dari sebuah kios sederhana, kini Rumah Makan Soto Tasik telah memiliki tiga cabang di kawasan Tasikmalaya, dan pelanggannya tidak hanya dari dalam kota, tetapi juga dari luar daerah seperti Garut, Ciamis, dan Bandung.
Keunggulan lain yang diterapkan adalah konsep dapur terbuka, di mana pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan soto sehingga terjamin kebersihan dan keaslian rasanya.
Usaha dan ketekunan Dede Hermawan perlahan membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai narasumber dalam pelatihan UMKM kuliner di Tasikmalaya dan pernah meraih penghargaan “Pelaku UMKM Inspiratif” dari pemerintah daerah. Beberapa media lokal juga menulis kisah inspiratifnya, sehingga nama Rumah Makan Soto Tasik semakin dikenal luas.
Selain menerima banyak pesanan dari instansi pemerintahan untuk acara besar, Rumah Makan Soto Tasik juga menjadi langganan wisatawan yang ingin menikmati sarapan pagi sebelum menjelajah objek wisata di Tasikmalaya.
Bagi Dede, bisnis adalah sarana untuk memberdayakan masyarakat. Ia membuka peluang kerja bagi warga sekitar, terutama ibu rumah tangga dan pemuda yang ingin belajar usaha. Tidak hanya itu, Dede selalu berusaha menyisihkan sebagian penghasilan untuk kegiatan sosial, seperti berbagi makanan gratis setiap Jumat.
Prinsip utama Dede adalah jujur, melayani sepenuh hati, dan merawat cita rasa warisan budaya lokal. Ia percaya bahwa bisnis kuliner harus membawa berkah, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Kisah Dede Hermawan merupakan bukti nyata bahwa kesederhanaan dan keuletan bisa mengantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan. Dengan modal kecil, keberanian, dan semangat pantang menyerah, Dede mampu mengembangkan Rumah Makan Soto Tasik menjadi ikon kuliner di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sampai hari ini, Rumah Makan Soto Tasik masih mempertahankan tradisi sederhana: tanpa teknologi canggih, tanpa konsep mewah, dan tanpa perlu promosi berlebih-lebihan. Rasa yang konsisten, suasana kekeluargaan, dan kerja keras menjadi pilar utama usaha ini bertahan puluhan tahun.
Kisah Dede Hermawan mengajarkan bahwa usaha makanan tradisional bisa menjadi sangat sukses jika dikelola dengan sepenuh hati, kejujuran, serta keinginan kuat melestarikan budaya lokal.