Indonesia kaya akan warisan budaya, salah satunya adalah batik yang telah menjadi simbol kreativitas dan identitas bangsa. Tasikmalaya, sebuah kota di Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu sentra pengrajin batik di tanah air. Salah satu sosok pelestari dan penggerak batik di daerah ini adalah H. Kusnadi Suherman. Melalui perjalanan hidup dan kerja kerasnya, beliau tidak hanya sukses membangun usaha Batik Kusnadi, namun juga berperan besar dalam memajukan industri batik Tasikmalaya hingga dikenal luas di seluruh Indonesia.
H. Kusnadi Suherman lahir di Tasikmalaya pada awal tahun 1950-an. Terlahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh di lingkungan yang penuh keterbatasan, namun sarat akan nilai-nilai kerja keras dan pantang menyerah. Sejak kecil, Kusnadi sudah akrab dengan kain batik yang biasa digunakan para wanita di lingkungannya. Kecintaannya pada seni dan budaya membawa ia mulai belajar mengenai batik dari para tetua kampung.
Setelah menamatkan pendidikan formalnya, Kusnadi memutuskan untuk memulai usaha batik sendiri pada era 1970-an. Saat itu, batik tradisional Tasikmalaya masih belum banyak dikenal luas, kalah populer dibandingkan batik dari Solo ataupun Pekalongan. Meski demikian, Kusnadi percaya bahwa batik Tasikmalaya memiliki kekhasan dan keunggulan yang patut diperjuangkan.
Dengan modal sangat terbatas, H. Kusnadi Suherman membuka usaha batik rumahan yang diberi nama "Batik Kusnadi". Ia merintis usaha dari nol, mulai dari mencorat-coret motif, membatik sendiri, hingga menjual kainnya dari pintu ke pintu di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya. Semua dikerjakan dengan ketekunan, kreativitas, dan keyakinan bahwa usahanya kelak akan membuahkan hasil.
Tak lama, kualitas batik hasil karyanya mulai dikenal di lingkungan sekitar. Motif-motif khas seperti motif kawung, motif mega mendung, hingga motif padaringan menjadi ciri khas Batik Kusnadi yang membedakan dengan batik daerah lain. Langkah beliau terbilang berani, karena saat itu batik masih dianggap sebagai barang tradisional yang kurang diminati generasi muda.
Inovasi selalu menjadi kunci utama dalam keberhasilan Batik Kusnadi. H. Kusnadi Suherman berupaya terus-menerus mengembangkan desain motif serta teknik pewarnaan agar batik karyanya tetap segar dan diminati pasar. Ia kerap mengadakan pelatihan di lingkungan sekitar, mengajak anak muda dan ibu-ibu rumah tangga untuk belajar membatik. Dengan demikian, Batik Kusnadi tumbuh menjadi usaha kolektif keluarga dan masyarakat.
Selain memproduksi batik tulis dan cap, Kusnadi tak ragu menggabungkan teknologi modern dalam proses pembuatannya, seperti menggunakan pewarna ramah lingkungan dan teknik printing sederhana. Perpaduan tradisi dan inovasi inilah yang menjadikan Batik Kusnadi semakin luwes menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Setiap perjalanan sukses tentu bukan tanpa tantangan. H. Kusnadi Suherman turut merasakan pasang surut dunia usaha, mulai dari krisis ekonomi, persaingan bisnis, hingga perubahan gaya hidup masyarakat. Namun, beliau selalu punya strategi jitu:
Ketahanannya menghadapi kesulitan membuat nama Batik Kusnadi tetap berkibar, bahkan di saat kompetitor lain banyak yang gulung tikar.
Sebagai tokoh senior di dunia perbatikan Tasikmalaya, H. Kusnadi Suherman sadar bahwa yang terpenting bukan sekedar mencari keuntungan usaha, tapi juga melestarikan budaya. Ia secara aktif mewariskan pengetahuan dan keterampilan membatik kepada anak-anak dan cucunya, serta kepada masyarakat luas melalui pelatihan gratis.
Banyak inisiatif beliau yang kini diteruskan generasi muda, misalnya meningkatkan kehadiran batik di acara-acara resmi, sekolah, dan komunitas. Tak jarang Batik Kusnadi dipercaya untuk mengisi workshop batik di sekolah, maupun untuk menjadi seragam institusi pemerintahan di Tasikmalaya dan sekitarnya.
Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, H. Kusnadi Suherman menerima berbagai penghargaan dari pemerintah Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, bahkan dari kementerian terkait. Batik Kusnadi turut mengharumkan nama Tasikmalaya lewat berbagai prestasi, di antaranya:
Kini, Batik Kusnadi telah menjadi merek yang disegani dan dicintai, tidak hanya di Tasikmalaya, tapi juga di seluruh Indonesia serta beberapa negara di luar negeri.
Kisah H. Kusnadi Suherman bukan sekadar cerita tentang seorang pengusaha sukses. Berangkat dari kesederhanaan, beliau telah membuktikan bahwa keberhasilan dapat diraih dengan ketekunan, inovasi, dan komitmen melestarikan nilai budaya. Batik Kusnadi kini menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM serta generasi muda yang ingin berkarya di bidang kreatif.
Keberhasilan H. Kusnadi Suherman dan Batik Kusnadi merupakan bukti bahwa batik Indonesia, khususnya batik khas Tasikmalaya, mempunyai daya saing global sekaligus mampu menjadi jembatan pemersatu budaya bangsa. Semangat beliau terus hidup melalui setiap sapuan canting dan goresan malam di setiap lembar kain Batik Kusnadi.
Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak orang untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia.