Tasikmalaya, sebuah kota di Jawa Barat yang dikenal dengan kerajinan tangan dan kuliner tradisionalnya, kini juga terkenal berkat seorang perempuan inspiratif: Diana Fitria. Lewat dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, Diana berhasil membawa "Kue Diana" menjadi salah satu merk kuliner lokal yang dicintai masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.
Diana Fitria lahir dan besar di Tasikmalaya dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia sudah terlatih membantu ibu membuat kue bolu dan jajanan pasar untuk dijual di lingkungan sekitar. Setelah lulus sekolah menengah, Diana memutuskan untuk membangun usaha sendiri walaupun terbatas kemampuannya dalam pemasaran dan modal dana.
Pada tahun 2010, Diana memulai usaha dengan membuat kue bolu kukus di dapur rumahnya. Hanya mengandalkan resep warisan keluarga, Diana menawarkan kue buatan tangannya ke tetangga dan kantin sekolah. Tidak mudah baginya menembus pasar yang sudah penuh kompetitor. Bahkan, di tahun pertama, penjualan sangat sedikit dan beberapa kali Diana hampir menyerah.
Tekad Diana semakin kuat ketika melihat banyak usaha kecil yang berhenti di tengah jalan karena tidak mampu beradaptasi. Diana mulai memasarkan kue melalui media sosial dan ikut bazar kuliner di Tasikmalaya. Pelan-pelan namanya dikenal, terutama karena kualitas rasa dan harga yang terjangkau.
Kue Diana tidak hanya berfokus pada satu produk. Diana terus bereksperimen membuat kue lapis, brownies, donat kentang, dan kastengel. Setiap produk selalu dibuat dengan bahan pilihan tanpa pengawet, menjadikan Kue Diana sebagai pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan.
Diana juga mengambil langkah berani dengan membuat desain kemasan yang unik. Kemasan Kue Diana menampilkan motif batik Tasikmalaya sebagai ciri khas lokal, sehingga menambah daya tarik dan membedakan dengan produk lain di pasaran.
Kue Diana berkembang pesat ketika Diana mulai aktif memanfaatkan Instagram dan Facebook untuk memasarkan produknya. Ia membuat konten menarik, menampilkan cara pembuatan kue, testimoni pelanggan, dan promo khusus. Tak hanya mengandalkan penjualan offline, Kue Diana juga menerima pesanan melalui WhatsApp serta marketplace lokal.
Dalam satu tahun, penjualan Kue Diana meningkat hampir 3 kali lipat. Diana juga berhasil membuka outlet kecil di pusat Kota Tasikmalaya dan merekrut dua pegawai untuk membantu produksi.
Pelanggan Kue Diana tak hanya masyarakat Tasikmalaya, tapi juga pelancong yang datang ke kota tersebut. Banyak wisatawan membeli Kue Diana sebagai oleh-oleh khas Tasikmalaya. Diana menjalin kerjasama dengan hotel dan restoran untuk menitipkan produknya, sehingga distribusi semakin luas.
Berkat kegigihannya, Diana menerima beberapa penghargaan dari pemerintah daerah Tasikmalaya sebagai pelaku UMKM inspiratif. Kue Diana juga memenangkan kompetisi UMKM Kreatif Jawa Barat tahun 2022 sebagai produk kuliner terbaik.
Pencapaian tersebut bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi menjadi motivasi bagi perempuan lain untuk berani memulai bisnis dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Diana sering diundang sebagai narasumber di seminar UMKM, mendorong generasi muda untuk memulai usaha dan tidak takut gagal. Menurut Diana, kegagalan adalah proses untuk menguji ide dan kemampuan adaptasi.
Salah satu pesan penting yang selalu disampaikannya:
Kini, Kue Diana telah memiliki dua cabang outlet di Tasikmalaya dengan belasan jenis produk. Diana berencana memperluas pemasaran ke Bandung dan Jakarta, serta membuka kelas pelatihan pembuatan kue bagi masyarakat kota Tasikmalaya.
Inovasi juga dilakukan dengan membuat kue rendah gula dan gluten-free untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang memiliki pantangan makanan. Diana ingin produknya tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan aman untuk semua kalangan.
Selain itu, Diana berkomitmen untuk membina para ibu rumah tangga agar bisa bergabung menjadi mitra. Ia percaya, bisnis kuliner dapat menjadi solusi bagi peningkatan perekonomian keluarga.
Kisah Diana Fitria dan Kue Diana adalah bukti nyata bahwa kesuksesan di dunia kuliner tidak harus dimulai dengan modal besar. Dengan tekad, inovasi, dan semangat untuk terus belajar, Diana mampu mengembangkan usaha dari dapur rumah menjadi brand lokal yang dibanggakan.
Suksesnya Diana memberi inspirasi bahwa Tasikmalaya bukan hanya kota kreatif, tetapi juga memiliki pelaku usaha perempuan yang mampu menciptakan peluang dan berkarya di tengah tantangan. Kue Diana kini menjadi simbol keuletan dan harapan bagi generasi muda di Tasikmalaya.
Jika Anda berkunjung ke Tasikmalaya, jangan lupa untuk mencicipi Kue Diana. Kue buatan tangan Diana adalah manifestasi dari semangat, cinta, dan cita rasa khas Tasikmalaya.